Mengenal Serangan Man-in-The-Middle (MITM)

On May 13, 2009, in Basic Concept, by Rizki Wicaksono

Sudah banyak artikel di ilmuhacking yang membahas teknik serangan man in the middle (mitm), namun belum pernah saya menjelaskan secara detil tentang apa itu mitm attack. Mitm attack merupakan jenis serangan yang sangat berbahaya dan bisa terjadi di mana saja, baik di website, telepon seluler, maupun di peralatan komunikasi tradisional seperti surat menyurat. Oleh karena itu saya pikir perlu ada satu artikel khusus yang membahas tentang mitm attack terlepas dari apapun dan dimanapun implementasi teknisnya.

Bukan Sekedar Sniffing

Mungkin banyak yang mengira tujuan dari serangan mitm adalah untuk menyadap komunikasi data rahasia, seperti yang sniffing. Sniffing bisa disebut sebagai passive attack karena pada sniffing attacker tidak melakukan tindakan  apa-apa selain memantau data yang lewat.  Memang benar dengan serangan mitm, seorang attacker bisa mengetahui apa yang dibicarakan oleh dua pihak yang berkomunikasi. Namun sebenarnya kekuatan terbesar dari mitm bukan pada kemampuan sniffingnya, namun pada kemampuan mencegat dan mengubah komunikasi sehingga mitm attack bisa disebut sebagai jenis serangan aktif.

Gambar di bawah ini adalah skenario yang bisa dilakukan attacker dengan serangan mitm.

mitm scenario: sniffing,intercepting,tampering,fabricating

sniffing,intercepting,tampering,fabricating

Pada gambar tersebut terlihat ada 4 macam serangan yang bisa dilakukan dengan MITM. Berikut adalah penjelasan dari jenis serangan tersebut dalam skenario seperti gambar di atas.

  • Sniffing: Charlie mengetahui semua pembicaraan antara Alice dan Bob.
  • Intercepting: Charlie mencegat pesan dari Alice ketika Alice ingin menutup percakapan dengan “Bob I’m going to sleep, Bye!”. Dengan begini Bob mengira Alice masih berkomunikasi dengannya.
  • Tampering: Charlie mengubah jawaban Bob kepada Alice dari account Paypal bob menjadi charlie.
  • Fabricating: Charlie menanyakan nomor social security number kepada Bob, padahal pertanyaan ini tidak pernah diajukan oleh Alice.

Dengan cara mitm ini bisa dibayangkan betapa besar potensi kerusakan yang bisa dilakukan Charlie kepada Alice dan Bob.

Proses Terjadinya Serangan Man-in-The-Middle

Dalam serangan mitm, seorang attacker akan berada di tengah-tengah komunikasi antara dua pihak. Seluruh pembicaraan yang terjadi di antara mereka harus melalui attacker dulu di tengah. Attacker dengan leluasa melakukan penyadapan, pencegatan, pengubahan bahkan memalsukan komunikasi seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Sekarang mari kita lihat proses terjadinya MITM dalam contoh kasus Alice berkomunikasi dengan Bob. Charlie sebagai attacker akan berusaha berada di tengah antara Alice dan Bob. Agar Charlie berhasil menjadi orang ditengah, maka Charlie harus:

  • menyamar sebagai Bob dihadapan Alice
  • menyamar sebagai Alice dihadapan Bob
Charlie acts as fake Bob and fake Alice

Charlie acts as fake Bob and fake Alice

Dalam mitm, Alice mengira sedang berbicara dengan Bob, padahal dia sedang berbicara dengan Charlie. Begitu juga Bob, dia mengira sedang berbicara dengan Alice, padahal sebenarnya dia sedang berbicara dengan Alice. Jadi agar bisa menjadi orang di tengah Charlie harus bisa menyamar di dua sisi, tidak bisa hanya di satu sisi saja.

Kenapa Alice dan Bob bisa terjebak dan tertipu oleh Charlie? Itu karena Alice dan Bob tidak melakukan otentikasi dulu sebelum berkomunikasi. Otentikasi akan menjamin Alice berbicara dengan Bob yang asli, bukan Bob palsu yang diperankan oleh Charlie. Begitu juga dengan otentikasi, Bob akan berbicara dengan Alice yang asli, bukan Alice palsu yang diperankan oleh Charlie.

Pentingnya Otentikasi: Who Are You Speaking With?

Otentikasi adalah proses untuk membuktikan identitas suatu subjek, bisa orang atau mesin. Proses membuktikan identitas seeorang ada banyak cara, namun semuanya bisa dikelompokkan dalam 3 kategori:

  • What you know: PIN, password, pasangan kunci publik-privat
  • What you have: smart card, kunci, USB dongle
  • What you are: fingerprint, retina

Secara singkat otentikasi menjawab pertanyaan “Who are you speaking with?”. Pertanyaan itu sangat penting diketahui sebelum dua pihak berkomunikasi. Bila dua pihak berkomunikasi tanpa sebelumnya melakukan otentikasi, maka keduanya bisa terjebak berbicara dengan orang yang salah, yaitu orang yang menyamar menjadi lawan bicaranya. Bila sampai ini terjadi maka akibatnya bisa sangat fatal, salah satunya adalah terjadinya mitm attack.

Bila dua orang yang sudah saling mengenal berbicara dengan tatap muka langsung, maka tidak mungkin keduanya terjebak dan tertipu berbicara dengan orang yang salah. Otentikasi menjadi sangat penting bila kedua pihak berbicara melalui media komunikasi jarak jauh seperti telpon atau internet. Dalam komunikasi jarak jauh, kita hanya bisa mendengar suara lawan bicara kita, jadi sangat besar kemungkinan kita berbicara dengan orang yang salah.

Jadi cara untuk mencegah serangan MITM adalah dengan melakukan otentikasi sebelum berkomunikasi. Bahkan walaupun otentikasi dilakukan oleh salah satu pihak saja, itu sudah cukup untuk mencegah mitm. Mari kita lihat kembali contoh Alice,  Bob dan Charlie, bila otentikasi hanya dilakukan oleh Bob, sedangkan Alice tidak. Karena tidak adanya otentikasi Alice, maka Charlie bisa menyamar sebagai Alice di hadapan Bob, namun Charlie tidak bisa menyamar sebagai Bob di hadapan Alice. Kenapa Charlie tidak bisa menyamar menjadi Bob? Sebab Alice akan menguji keaslian Bob dengan otentikasi, sehingga penyamaran Charlie sebagai Bob palsu akan terbongkar dan Alice tidak akan mau melanjutkan komunikasi.

Tagged with:
 

13 Responses to “Mengenal Serangan Man-in-The-Middle (MITM)”

  1. HackerMpia says:

    Boleh copy kan ini saya copy gan

  2. bing mohan says:

    Gila artikelnya keren banget,… Sebagai awam artikel ni sangat berguna, saya pernah mengalami kejadian yang sebelumnya amat membingungkan dan cenderung merugikan, sebab sangat merintangi aktivitas saya. Tapi keadaannya berbeda setelah saya membaca artikel ni. Saya jadi lebih paham tentang aktivitas sniffing, intercepting, tampering, dan fabricating. Bagaimana mengenali aktivitas tersebut?teknologi yang dipakai untuk menjalankan aktivitas tu kaya pa ya?ada cara lain selain otentikasi untuk menghalaunya?Terimakasih atas perhatian/ketulusannya

  3. nunu says:

    artikelnya keren euy…
    hacking

  4. beepee says:

    sip. tambah ilmu lagi..

  5. fadly says:

    waaah artiklenya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan thanks for share

  6. [...] Mengenal Serangan Man-in-The-Middle (MITM) [...]

  7. benny adhi multi says:

    om wicaksono, terima kasih atas artikelnya dan saya merasa sangat terbantu dalam memepelajari step by step dari konsep hacking itu sendiri.
    om kalau boleh nanya basic bagi pemula sampai menengah mengenai penetration testing itu sendiri gimana sih?Terima kasih

    keep hacking alive

  8. herru says:

    mudah dimengerti buat org awam seperti saya,

  9. oyi says:

    mantap , mudah dimengerti, bener2 basic banget nih, makasih om

  10. Andri says:

    mantap gan bisa sharing nih

  11. oooh begituu.. makasih gan.. Btw contoh penerapannya biasanya kaya gimana tuh ?

  12. abror valent says:

    boleh gak minta ilmunya by email ?? thanks

Leave a Reply

This site is using OpenAvatar based on